Wow! Viral PNS Dinkes DKI Jakarta Bergaji Rp 34 Juta, Benar?

Pengunjung mall mengikuti vaksinasi Pfizer dari Puskesmas Kecamatan Cilandak di Mall Cilandak Town square, Jakarta, Selasa, 31/8.  Puskesmas Kecamatan Cilandak menggelar program vaksinasi tersebut untuk masyarakat umum. Proses penyuntikan vaksin mulai pukul 08.00 WIB hingga kuota habis sebanyak 500 orang. Informasi pendaftaran vaksinasi itu didapat dari unggahan di akun Instagram @puskesmaskecamatancilandak, pada Rabu, 25 Agustus 2021. Khusus untuk vaksin hari ini, Kamis, 26 Agustus 2021, pendaftaran bisa dilakukan dengan mengakses link https://www.serbuanvaksin24.org. Dalam surat Dinkes DKI juga menjelaskan sejumlah syarat untuk mendapatkan vaksin Pfizer. Diantaranya, dialokasikan untuk masyarakat umum yang belum pernah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis 1 maupun dosis 2. Kemudian, sasaran juga termasuk bagi ibu hamil, ibu menyusui, masyarakat yang memiliki kondisi immunocomprised seperti autoimun, komorbid berat, penyakit kronis dan gangguan imunologi lainnya.(CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Seorang pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama ramai jadi perbincangan jagat media karena ulahnya yang memamerkan gaji Rp 34 juta per bulan di media sosial. Benarkah?

Ramai unggahan dr. Ngabila Salama di akun media sosial Twitter pribadinya, yang menyatakan dirinya memiliki gaji hingga Rp 34 juta. PNS Dinkes Jakarta itu tengah merespons suatu pembicaraan https://www.rtpbengkel138.online/ dan menyebut gajinya mencapai puluhan juta, meski bukan kalangan pejabat.

Ngabila saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi di Dinkes DKI Jakarta.

Cuitan Ngabila tersebut lantas menuai banyak kritik dan akhirnya Ngabila pun mengajukan permohonan maaf.

“Saya juga meminta maaf sebesar-sebesarnya kepada seluruh pihak yang dirugikan. Juga instansi saya atas perbuat yang tidak bijak tersebut,” tulis Ngabila dalam cuitannya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkapkan, saat ini dr. Ngabila Salama tengah menjadi pemeriksaan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Sudah diproses, diperiksa, kita sedang berkoordinasi dengan Inspektorat dan BKD. Kita tunggu proses selanjutnya,” ujar Ani Ruspitawati seperti dikutip dari┬áDetik.com, Rabu (23/5/2025).

Ani juga turut menanggapi perihal pelaporan harta Ngabila yang kekayaannya mencapai Rp 73 juta, sementara gajinya sebesar Rp 34 juta per bulan. Menurut Ani gaji yang diterima oleh PNS Dinkes DKI Jakarta saat ini sudah sesuai standar. “Gaji sesuai standar,” tuturnya.

Untuk diketahui, aturan gaji PNS mengacu pada peraturan yang diterbitkan pemerintah pusat. Sedangkan tunjangan kinerja di lingkungan Dinkes DKI Jakarta diatur melalui regulasi tingkat daerah.

Gaji pokok PNS saat ini masih mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Berikut rincian gaji pokok PNS sesuai PP 15/2019:

Gaji PNS Golongan I (lulusan SD dan SMP)

– Golongan Ia: Rp 1.560.800 sampai Rp 2.335.800
– Golongan Ib: Rp 1.704.500 sampai Rp 2.472.900
– Golongan Ic: Rp 1.776.600 sampai Rp 2.577.500
– Golongan Id: Rp 1.851.800 sampai Rp 2.686.500.

Gaji PNS Golongan II (lulusan SMA dan D-III)

– Golongan IIa: Rp 2.022.200 sampai Rp 3.373.600
– Golongan IIb: Rp 2.208.400 sampai Rp 3.516.300
– Golongan IIc: Rp 2.301.800 sampai Rp 3.665.000
– Golongan IId: Rp 2.399.200 sampai Rp 3.820.000

Gaji PNS Golongan III (lulusan S1 hingga S3)

– Golongan IIIa: Rp 2.579.400 sampai Rp 4.236.400
– Golongan IIIb: Rp 2.688.500 sampai Rp 4.415.600
– Golongan IIIc: Rp 2.802.300 sampai Rp 4.602.400
– Golongan IIId: Rp 2.920.800 sampai Rp 4.797.000

Gaji PNS Golongan IV

– Golongan IVa: Rp 3.044.300 sampai Rp 5.000.000
– Golongan IVb: Rp 3.173.100 sampai Rp 5.211.500
– Golongan IVc: Rp 3.307.300 sampai Rp 5.431.900
– Golongan IVd: Rp 3.447.200 sampai Rp 5.661.700
– Golongan IVe: Rp 3.593.100 sampai Rp 5.901.200

Untuk diketahui, aturan gaji PNS mengacu pada peraturan yang diterbitkan pemerintah pusat. Sedangkan tunjangan kinerja di lingkungan Dinkes DKI Jakarta diatur melalui regulasi tingkat daerah.

Gaji pokok PNS saat ini masih mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Berikut rincian gaji pokok PNS sesuai PP 15/2019:

Gaji PNS Golongan I (lulusan SD dan SMP)

– Golongan Ia: Rp 1.560.800 sampai Rp 2.335.800
– Golongan Ib: Rp 1.704.500 sampai Rp 2.472.900
– Golongan Ic: Rp 1.776.600 sampai Rp 2.577.500
– Golongan Id: Rp 1.851.800 sampai Rp 2.686.500.

Gaji PNS Golongan II (lulusan SMA dan D-III)

– Golongan IIa: Rp 2.022.200 sampai Rp 3.373.600
– Golongan IIb: Rp 2.208.400 sampai Rp 3.516.300
– Golongan IIc: Rp 2.301.800 sampai Rp 3.665.000
– Golongan IId: Rp 2.399.200 sampai Rp 3.820.000

Gaji PNS Golongan III (lulusan S1 hingga S3)

– Golongan IIIa: Rp 2.579.400 sampai Rp 4.236.400
– Golongan IIIb: Rp 2.688.500 sampai Rp 4.415.600
– Golongan IIIc: Rp 2.802.300 sampai Rp 4.602.400
– Golongan IIId: Rp 2.920.800 sampai Rp 4.797.000

Gaji PNS Golongan IV

– Golongan IVa: Rp 3.044.300 sampai Rp 5.000.000
– Golongan IVb: Rp 3.173.100 sampai Rp 5.211.500
– Golongan IVc: Rp 3.307.300 sampai Rp 5.431.900
– Golongan IVd: Rp 3.447.200 sampai Rp 5.661.700
– Golongan IVe: Rp 3.593.100 sampai Rp 5.901.200

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*