Usai Lebaran, Pasar Ini Gelap-Sepi Bak Kuburan

Empat hari setelah hari raya Lebaran Idul Fitri, aktivitas jual beli di pasar tradisional terpantau relatif masih sepi atau belum normal. (CNBC Indonesia/Martya Rizki)

Aktivitas jual beli di pasar tradisional relatif masih sepi atau belum normal pada 4 masa Idulfitri 1444 H. Seperti yang terpantau di Pasar Jaya Enjo, Jakarta Timur.

Pantauan https://linkalternatifkas138.store/ CNBC Indonesia di lokasi, hari Rabu (26/4/2023) pagi, mayoritas kios dan lapak pedagang di dalam pasar nampak masih tutup. Suasana sunyi, gelap, dan sepi menyelimuti pasar ini. Hanya terlihat sedikit pedagang yang tetap berjualan, dan mereka pun mengeluhkan sepinya pembeli.

Mami, seorang pedagang sayuran mengeluhkan penjualan hari-hari belakangan ini, tepatnya setelah hari raya Lebaran sangat sepi pembeli, sehingga banyak pedagang pasar yang memutuskan untuk menutup lapaknya.

“Sepi, sepi banget. Dari Lebaran udah sepi, makanya saya baru mulai (jualan) hari ini. Tapi nggak tau sih entar-entar. Itu (toko lain) pada tutup semua, karena sepi (penjualan),” ujar Mami saat ditemui di lokasi.

Iwan, salah seorang pedagang daging di Pasar Enjo mengatakan kondisi pasar sepi dari aktivitas jual beli ini terjadi sejak hari pertama setelah Lebaran Idul Fitri, “Ya dari hari pertama habis Lebaran saja. Lebaran hari Sabtu, dari Minggu sudah sepi. (Pedagang) kan ini belum jualan semuanya.”

Hal senada juga disampaikan Pariyem, seorang pedagang daging ayam di Pasar Enjo. Dia mengatakan, hari-hari setelah Lebaran pembeli yang biasanya datang adalah seorang penjual atau pemilik warung makan, bukan pembeli perorangan.

“Ibu mulai jual dari hari Senin, itu pasar masih sepi banget, nggak ada orang. Ini daging ayam yang beli paling dari penjual saja,” tutu Pariyem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*