Stop Minum Oralit Saat Sahur, Begini Caranya agar Tak Haus

Ilustrasi Air Putih (Photo by Karolina Grabowska via pexels)

Memasuki pertengahan Ramadan, masih banyak orang yang mencari cara agar tidak mudah haus dan lapar selama menjalankan ibadah puasa seharian, yakni dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari atau waktu azan magrib.

Beberapa waktu lalu, tidak sedikit warganet Indonesia yang mengaku bahwa mereka menggunakan oralit sebagai ‘doping’ agar tubuh tidak merasa haus dan lemas selama berpuasa. Cara itu pun sontak mendapatkan banyak kritik dari sejumlah tenaga kesehatan karena dianggap menyalahgunakan fungsi oralit.

Oralit adalah obat untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang akibat muntah, demam, hingga diare. Sebagai pengganti cairan dan elektrolit, oralit mengandung campuran natrium, kalium, gula, dan elektrolit.

Bila dikonsumsi tak sesuai aturan, oralit bisa menimbulkan sejumlah risiko yang berbahaya bagi tubuh, terutama bagi penderita diabetes dan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Selain itu, oralit juga bisa memicu efek samping hipernatremia atau hiperkalemia.

“Informasi itu (mengonsumsi oralit untuk mencegah dehidrasi saat puasa) jelas tidak betul, ya. Sifatnya Oralit adalah oral rehydration (larutan rehidrasi), ya,” Jelas dokter spesialis penyakit dalam, Prof. Dr dr. Ari Fahrial Syam kepada CNBC Indonesia, dikutip Selasa (4/4/2023).

Cara agar tak mudah haus saat berpuasa

Alih-alih mengonsumsi oralit, cara terbaik untuk mengurangi rasa haus selama berpuasa seharian adalah memerhatikan pola makan dan minum saat sahur.

Sering kali, sebagian besar orang tidak begitu memerdulikan asupan makan ketika sahur. Sebab, mereka beranggapan bahwa semakin banyak mengonsumsi makanan dan minuman maka semakin besar pula daya tahan saat berpuasa, padahal pemilihan makanan dan minuman secara bijak penting untuk dilakukan agar tubuh tidak cepat lapar dan haus.

Ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari selama bulan Ramadan, terutama saat sahur agar tidak cepat haus selama berpuasa. Apa saja? Berikut rangkumannya.

1. Makanan yang Terlalu Manis

Makanan manis adalah salah satu pilihan utama untuk menjadi makanan pelengkap berbuka puasa, bahkan terkadang saat sahur sebagai makanan penutup.

Namun, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis tidak dianjurkan saat sahur karena dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat sehingga membuat insulin dilepas, glukosa turun di bawah batas normal, dan menyebabkan rasa haus, lelah, dan ngantuk.

2. Makanan Asin

Makanan asin juga jadi salah satu makanan yang harus dihindari secara berlebihan selama bulan Ramadan. Sebab, ketidakseimbangan kadar natrium dalam tubuh akibat makanan asin membuat penyerapan cairan terganggu. Akibatnya, seseorang dapat merasa lebih cepat haus selama berpuasa.

Maka dari itu, hindari mengonsumsi makanan asin, seperti keripik, telur asin, hingga ikan asin agar terhindar dari dehidrasi dan dapat menjalankan puasa dengan lebih sehat.

3. Makanan Pedas

Sebagian besar masyarakat Indonesia menyukai makanan pedas. Maka dari itu, tidak heran bila makanan pedas sering kali menjadi pilihan saat sahur.

Namun, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas saat sahur harus dihindari karena bisa menyebabkan sejumlah masalah pencernaan, seperti produksi asam lambung meningkat, mulas, sakit perut, hingga diare.

Bila sudah mengalami diare, tubuh akan mudah mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan.

4. Minuman Berkafein

Selain makanan, minuman yang dikonsumsi sepanjang Ramadan juga harus diperhatikan. Minuman yang harus dihindari adalah minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, minuman berenergi, minuman cokelat, hingga soda.

Selain menghindari empat jenis makanan dan minuman di atas, pastikan tubuh tidak kekurangan asupan cairan dengan tetap mengonsumsi tidak kurang dari dua liter air mineral dalam sehari, yakni dua gelas air mineral saat berbuka, empat gelas air saat makan malam, dan dua gelas air saat sahur.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*