Pabrik Pakaian Puma Tangerang PHK Massal Hampir 1.200 Orang

Tsunami PHK Startup, Gaji Software Engineer RI Anjlok

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di pabrik-pabrik tekstil dan produk tekstil (TPT) ternyata masih terjadi.

Ambruknya pasar ekspor jadi salah satu pemicu terjadinya PHK. Terutama setelah efek domino pandemi Covid-19.

Yang terbaru, PHK yang terjadi di Tangerang. Pabrik garmen berorientasi ekspor, pemasok bran global ‘Puma’ di Tangerang ‘membabat’ habis buruhnya, hampir 1.200 orang.

Tragisnya, PHK ini terjadi saat 17 hari menjelang Lebaran yang ada di depan mata.

PT Tuntex Garment yang berlokasi di Cikupa, Kabupaten Tangerang memutuskan menutup pabrik secara permanen karena sudah tidak ada lagi produksi.

“Iya betul, PT. Tuntex Garment tutup, tutup berhenti produksi tanggal 31 Maret 2023,” kata Kabid Hubungan Industrial Disnaker Kabupaten Tangerang Desyanti kepada CNBC Indonesia, Selasa (4/4/23).

Akibat dari keputusan perusahaan ini, ribuan pegawai harus menganggur.

Namun, perusahaan tidak bisa berbuat banyak karena situasinya juga tengah sulit. Pabrik ini mengalami penurunan permintaan dari ekspor. Alhasil, pekerja pun tidak banyak bekerja belakangan ini

“Penyebabnya akibat order menurun sejak 3 tahun akibat covid-19 dikarenakan market penjualannya produk Puma hasil produksi Tuntex sebagian besar marketnya Eropa, dan Amerika dan saat ini sedang krisis akibat inflasi yang menyebabkan produksi tuntex terud menurun sejak 3 tahun,” kata Desiyanti.

Ini bukan kali pertama industrial tekstil goyang akibat resesi. Sejak tahun lalu, para pekerja sudah banyak yang terkena dampaknya. Pemangkasan pekerja di pabrik tekstil dan produk tekstil bahkan diprediksi bisa mencapai 500 ribu orang. Mulai dari karyawan dirumahkan, dipangkas jam kerja, kontrak tak diperpanjang, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*