Misteri Instagram Adaro Hilang Usai Diserang Greenpeace

Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Garibaldi Thohir saat memberi sambutan di acara HUT ke-30 PT Adaro Energy Indonesia di Jakarta, Kamis (20/10/2022).  Dalam sambutannya ia mengungkapkan pihaknya berkomitmen dalam pengembangan ekonomi hijau. (Dok. Adaro)

 Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar PT Adaro Energy Tbk (ADRO) pada pekan lalu sempat diwarnai kehebohan. Pasalnya, ada segelintir oknum yang protes terhadap proyek PLTU Smelter aluminium di Kalimantan Utara.

Belakangan diketahui, dua oknum tersebut merupakan juru kampanye energi Greenpeace Indonesia. Lembaga tersebut tak menampik dan mengakui aktivis mereka menyusup ke RUPST Adaro.

Aksi protes itu kemudian berlanjut ke https://idpromeja138.com/ ranah maya. Akun Instagram resmi @adaroenergy terpantau tak bisa diakses sejak hari ini, Senin (15/5/2023) pagi.

Bahkan, hingga berita ini dipublikasikan, akun tersebut belum juga pulih. Ketika mencari akun di mesin pencari Google, akun itu masih muncul di indeks.

Namun, ketika diklik, laman Instagram menyebut “maaf, halaman ini tak tersedia”, dikutip CNBC Indonesia.

Sebelumnya, manajemen Adaro mengatakan protes yang dilakukan di tengah-tengah RUPST adalah sesuatu yang wajar.

“Adaro menghargai kebebasan setiap orang untuk mengemukakan pendapatnya,” respon Head of Corporate Communication Adaro Energy Indonesia Febriati Nadira kepada CNBC Indonesia, beberapa saat lalu.

Kendati begitu, perseroan membantah jika pihaknya melakukan greenwashing dari proyek smelter aluminium yang menggunakan pembangkit listrik batu bara.

Seperti diketahui, Adaro Energy sedang mencari pendanaan dari bank internasional untuk membiayai proyek aluminium senilai USD 2 miliar. Hal itu di protes oleh aktivis lingkungan.

Greenwashing merupakan strategi pemasaran untuk mencitrakan perusahaan yang ramah lingkungan namun dianggap menipu pelanggan. Perusahaan mengkampanyekan produknya ramah lingkungan atau sekadar mengikuti tren.

Ia menjelaskan, perseroan akan bertransisi pada energi hijau. Terkait alasan bahan baku masih dari bati bara lantaran pembangkit hydronya baru jadi pada 2030 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*