Luar Angkasa Macet, Biang Keroknya Elon Musk dan China

A Falcon 9 SpaceX rocket with a payload of approximately 60 satellites for SpaceX's Starlink broadband network lifts off from Space Launch Complex 40 at the Cape Canaveral Air Force Station in Cape Canaveral, Fla., Wednesday, Jan. 29, 2020. (AP Photo/John Raoux)

Luar angkasa terancam mengalami kemacetan di masa depan. Penyebabnya adalah jaringan satelit milik perusahaan Elon Musk dan juga China.

Starlink, jaringan satelit milik Elon Musk tersebut, akan memadati antariksa. Hampir 30 ribu satelit direncanakan diluncurkan Starlink ke orbit.

Ambisi Starlink memang jauh di atas perusahaanlain. Misalnya, posisi kedua ada China Satellite Network yang menambah ruwet antariksa dengan rencana meluncurkan 13 ribu satelit.

China Satellite Network diketahui ingin mengalahkan dominasi Starlink di orbit Bumi. Laporan Business Insider belum lama ini menyatakan persiapan ribuan satelit dilakukan oleh profesor Xu Can dari People’s Liberation Army’s (PLA) Space Engineering University.

Setidaknya diproyeksikan bakal ada 60 ribu satelit yang memadati luar angkasa dalam beberapa tahun lagi. Jumlah tersebut bertambah signifikan dari satelit yang sudah ada sekarang.

Setidaknya ada 10.753 objek buatan manusia yang sudah ada di orbit saat ini. Jadi akan ada bertambah lebih dari lima kali jumlahnya di masa depan.

Selain proyek China dan Starlink, ada beberapa perusahaan yang juga punya rencana meluncurkan satelit ke orbit. Yakni Kuiper yang merupakan bagian dari Amazon, OneWeb, Telesat, hingga Rivada Space Networks.

Berikut sebaran jumlah satelit yang direncanakan diluncurkan ke luar angkasa, dikutip CNBC Indonesia dari berbagai sumber, Kamis (30/3/2023):

  • Starlink : 29.988 satelit
  • China Satellite Network : 12.992 satelit
  • Amazon Project Kuiper : 7.774 satelit
  • OneWeb : 6.372 satelit
  • Telesat Lightspeed 1.671 satelit
  • Rivada Space Networks : 600 satelit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*