China Ga Percaya Diri sama Ekonominya, Harga Minyak pun Lesu

Pengapalan ke-700, Sinergi Anak Usaha Pertamina Angkut Produksi Minyak Mentah Blok Cepu. (Dok. Pertamina)

Harga minyak dunia turun pada perdagangan hari ini setelah China menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, yakni di sekitar 5%.

Sementara itu investor dengan hati-hati menunggu kesaksian Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed)  Jerome Powell pertengahan pekan ini.

Mengutip Refinitiv pada perdagangan Senin (6/3/2023) pukul 15.00 WIB harga minyak mentah jenis Brent tercatat US$85,52 per barel, melemah 0.36% dibandingkan penutupan kemarin. Sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 0,31% menjadi US$79,43 per barel.

Minyak mentah tetap berada dalam tarik menarik antara optimisme atas pembukaan kembali China dan kegugupan atas Fed yang hawkish yang merugikan ekonomi AS, kata Vandana Hari, pendiri penyedia analisis pasar minyak Vanda Insights, seperti diutip Reuters pada Senin (6/3/2023).

Prospek pertumbuhan China yang diawasi ketat, diumumkan pada hari Minggu. Proyeksi terbaru lebih rendah dari target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 5,5% yang ditetapkan pada tahun lalu.

Ekonomi Tiongkok sendiri hanya sebesar 3% pada 2021. Padahal seorang narasumber mengatakan kepada Reuters pertumbuhan setinggi 6% dapat ditetapkan untuk tahun 2023.

Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan pada hari Minggu fondasi untuk pertumbuhan yang stabil di China perlu dikonsolidasikan, permintaan yang tidak mencukupi tetap menjadi masalah yang nyata, dan ekspektasi investor swasta dan bisnis tidak stabil.

Namun, analis di UBS Investment Bank merevisi ke atas proyeksi mereka untuk pertumbuhan PDB China menjadi 5,4% untuk tahun 2023 dan menjadi 5,2% untuk tahun 2024 dari sebelumnya masing-masing 4,9% dan 4,8%.

“Pembukaan kembali ekonomi berjalan lebih baik dari yang kami perkirakan sebelumnya – ‘gelombang kedua’ COVID yang ditakuti tidak terwujud dan ada sedikit tanda gangguan pasokan,” kata Tao Wang, Kepala Riset Ekonomi Tiongkok di UBS Investment Bank seperti dikutip oleh Reuters.

Pada saat yang sama, harga minyak kemungkinan akan terpengaruh oleh kenaikan suku bunga di seluruh dunia karena bank sentral global memperketat kebijakan karena kekhawatiran kenaikan inflasi.

Pedagang telah mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga di seluruh dunia, tetapi mengharapkan kenaikan yang lebih kecil dari tahun lalu.

Sementara itu, Chairman The Fed Jerome Powell akan hadir dan menyampaikan pandangannya kepada Kongres pada hari Selasa dan Rabu (708/3/2023).

Powell kemungkinan akan dimintai pendapat apakah kenaikan yang lebih besar diperlukan di negara konsumen minyak terbesar di dunia itu.

Kenaikan suku bunga Amerika Serikat di masa depan juga kemungkinan akan bergantung pada apa yang diungkapkan oleh laporan penggajian Februari pada hari Jumat, diikuti oleh laporan inflasi Februari yang akan dirilis minggu depan.

Selama akhir pekan, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan “sangat mungkin” mereka akan menaikkan suku bunga bulan ini untuk membatasi inflasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*