Bayi Minum Air Putih Boleh Nggak? Begini Penjelasan Kemenkes

Bayi Minum Air Putih Boleh Nggak? Begini Penjelasan Kemenkes

Ilustrasi bayi ngedot. (Dok Pixabay)

Air putih sangat penting bagi orang dewasa, apalagi di saat cuaca tidak menentu sekarang ini. Namun bagaimana dengan bayi di bawah enam bulan yang masih ASI eksklusif?

Berdasarkan buku Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif artinya bayi hanya diberikan ASI saja, https://rumahkasterbaik.store/ tanpa ada tambahan makanan dan minuman lainnya (kecuali vitamin, mineral dan obat-obatan dalam bentuk sirup), dan diberikan saat bayi berumur 0 hingga 6 bulan.

“Pada usia ini, bayi tidak membutuhkan makanan lain, kecuali ASI. Bayi tidak perlu diberikan air putih atau makanan lainnya selama periode 6 bulan pertama usianya,” ungkap buku tersebut, dikutip Sabtu (29/7/2023).

Untuk diketahui, apabila bayi diberi air putih atau cairan lainnya, bayi akan cepat merasa kenyang sehingga jarang menyusu. Jika bayi jarang menyusu akan berisiko mengurangi produksi ASI.

Selain itu, bayi yang diberikan air putih atau cairan lainnya bisa terkena diare.

Pantangan dan yang boleh dikonsumsi bayi

Sementara itu, jika bayi telah berumur enam bulan, boleh kenalkan anak dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Kemenkes merekomendasikan agar mengenalkan berbagai jenis makanan sebagai MP-ASI untuk mencukupi kebutuhan gizi.

“Berikan waktu pada anak untuk mengenal rasa asli dari berbagai jenis makanan dan perkenalkan makanan secara perlahan dengan tekstur (lumat/halus, lembut, kasar) yang disesuaikan dengan usia anak,” tulis Kemenkes.

Saat si kecil mulai makan, hindari menambahkan gula dan garam di makanannya. Selain itu, susu sapi segar, dan produk turunannya seperti yoghurt yang tidak dipasteurisasi, serta madu yang mengandung spora bakteri yang berbahay untuk anak.

“Jauhi pula si kecil dari makanan yang berisiko menyebabkan anak tersedak, seperti kacang dan kismis. Pastikan pula si kecil di jauji dari makanan yang mengandung merkuri tinggi,” jelas panduan tersebut.

Untuk diketahui, saat umur 6 atau 7 bulan, bayi pada umumnya sudah tumbuh gigi dan duduk tegak.

“Ini merupakan tanda bahwa anak ibu sudah siap makan makanan dengan tekstur yang lebih keras. Sementara itu, saat bayi mencapai usia 1 tahun, sistem pencernaannya sudah lebih sempurna dan siap untuk menerima makanan yang teksturnya lebih keras,” tulis Kemenkes.

Lalu bagaimana bila bayi di bawah enam bulan sakit?

-Langkah pertama yang harus dilakukan Ibu ketika bayinya sakit adalah segera bawa ke Puskesmas terdekat

-Periksakan ke dokter atau petugas kesehatan agar Ibu tahu betul apa yang harus dilakukan agar bayi bisa segera sembuh

-Tetap susui bayi, karena ASI mengandung berbagai antibodi untuk membantu proses penyembuhan ketika sakit. Bayi perlu terus disusui, bila sulit menyusu dapat diberikan ASI perah dengan cangkir atau sendok.

-Apabila ada obat tetes atau sirup yang harus diminum bayi, berikan sesuai dengan petunjuk dari dokter atau petugas kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*