Anton Budidjaja, Sosok di Balik Kesuksesan Reliance Group

adv relancengroup

Anton Budidjaja menjadi tokoh penting di balik suksesnya perkembangan bisnis Reliance Group 20 tahun terakhir. Founder and Group Chairman Reliance Group ini mampu membangun dan mengembangkan bisnisnya, hingga mencapai kinerja yang memuaskan.

Anton turut aktif dalam membangun tim serta memikul tanggung jawab, termasuk mempersiapkan succession plan sejak awal melalui leadership style yang kharismatik. Salah satu kelebihannya adalah senantiasa berinovasi dan mencari peluang yang tidak terpikirkan oleh pesaing, dan membuka kesempatan market yang terbuka luas.

Kepada CNBC Indonesia, Anton mengungkap perjalanan 20 tahun kesuksesan bisnis Reliance Group, lengkap dengan segala pencapaian yang sangat apik.

Dimulai pada 2003, Reliance Group resmi berdiri melalui pembentukan unit bisnis asuransi umum dan sekuritas, yakni PT Asuransi Reliance Indonesia dan PT Reliance Sekuritas Indonesia.

Hanya butuh 2 tahun, salah satu unit bisnis Reliance Group, yakni Reliance Sekuritas Indonesia melantai di PT Bursa Efek Indonesia pada 2005. Sementara Asuransi Reliance Indonesia sukses memperluas usaha dengan masuk ke segmen asuransi kesehatan pada 2007, kemudian asuransi kendaraan dan unit Usaha Syariah hingga saat ini.

Bertambahnya jumlah investor membuat Reliance sadar harus meningkatkan layanan terhadap nasabah. Untuk itu, Reliance Sekuritas Indonesia membangun aplikasi ReliTrade sebagai aplikasi online trading pada 2010. Reliance Sekuritas Indonesia bahkan menjadi sekuritas pertama di Indonesia yang menciptakan layanan online trading.

Melihat adanya peluang, Reliance Group kemudian melebarkan sayapnya di industri keuangan lainnya dengan mendirikan lini bisnis Asuransi Jiwa, Perusahaan Asset Management dan Perusahaan Pembiayaan di 2012, yakni PT Asuransi Jiwa Reliance Indonesia, PT Reliance Manajer Investasi dan PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia.

Anton mengatakan, keberhasilan perusahaan membangun unit bisnis didorong oleh model bisnis dari semua lini usaha Reliance Group yang direncanakan secara matang, terutama dari lini bisnis asuransi baik PT Asuransi Reliance Indonesia dan PT Asuransi Jiwa Reliance Indonesia.

“Lini proteksi kami secara revenue memberikan andil yang sangat signifikan, sekitar 70%. Tapi secara profitabilitas, dari 3 lini RCM cukup memberikan diversifikasi profit. Jadi, masing-masing lini memberikan porsi cukup seimbang,” ujarnya belum lama ini, dikutip Rabu (29/3/2023).

Tidak sampai di situ, Anton juga sukses memperluas bisnis di sektor keuangan, pernah mengakuisisi saham Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE) sebesar 20,5% di tahun 2014. Sedangkan pada 2015, perusahaan sukses membentuk perusahaan Venture dan unit syariah asuransi umum dengan disupport oleh 3 perusahaan internasional sebagai partners strategis.

Hingga masa ini, berbagai upaya yang dilakukan Reliance Capital Management dalam mengembangkan usahanya tersebut mendapat perhatian banyak pihak. Tak tanggung-tanggung, Perusahaan berhasil memperoleh skor Good Corporate Governance (GCG) tinggi dari PWC di 2016.Kemudian pada 2017 hingga 2018, Reliance melanjutkan pengembangan usaha dengan mendirikan unit syariah pada perusahaan pembiayaan dan unit usaha syariah di Asuransi Jiwa serta pertama kalinya mendirikan perusahaan Modal Ventura.

Sementara di 2019, Reliance Capital Management mendirikan perusahaan fintech yaitu PT Reliance Integrasi Dunia Anda, yaitu salah satu perusahaan yang mengintegrasikan ekosistem Reliance Group yang hingga saat ini telah berhasil meluncurkan beberapa produk-produk digital handal.

Produk tersebut contohnya seperti RelDoc, Relinvest, ReliDana, dan lain-lain yang kesemuanya memberikan kemudahan kepada nasabah Reliance Group untuk bertransaksi dengan produk-produk digital Reliance Group secara cepat, tepat, akurat dan aman.

Kemudian pada 2021, meski sedang dihantam kondisi pandemi, tidak mengurungkan niat perusahaan dalam mendukung digitalisasi keuangan di Indonesia, dimana sat itu Reliance meluncurkan produk digital ReliPay sebagai e-wallet bagi nasabah dengan berbagai kelebihan fitur yang menarik

Adapun aksi korporasi lainnya yang belum lama ini dilakukan oleh unit usaha pembiayaan yakni penerbitan Obligasi di awal tahun 2022 sebesar Rp 400 miliar. Anton menyebut, RCM telah memiliki rencana untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO). Rencana tersebut sudah termasuk dalam rencana bisnis jangka panjang Reliance Group yang sudah diwacanakan beberapa tahun lalu.

“Namun berhubung adanya pandemi Covid-19, rencana ini tertunda. Rencana tersebut saat ini sedang dalam proses pengkajian lebih lanjut,” imbuhnya.

Dia menegaskan, sebagai lembaga keuangan melalui anak usahanya, RCM membutuhkan permodalan. Sehingga aktif mencari fundraising baik itu melalui IPO maupun aksi korporasi lainnya.

Kesuksesan Anton mengembangkan Reliance Group dari waktu ke waktu membuatnya dianugerahi sebagai Person of The Month periode Maret 2023 oleh Media Ekonomi Terbesar di Indonesia, CNBC Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*